Minggu, 03 Januari 2016

Tugas Manajemen Pengadaan

 STMT Trisakti

 

1. Sejarah singkat STMT Trisakti

 



STMT Trisakti adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta di bawah Yayasan Trisakti. STMT Trisakti berlokasi di Jalan IPN nomor2, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, 13410. Telp. (021) 851 6050 (hunting), Fax. (021) 856 9340.
 
Tahun 1970 STMT Trisakti dikenal dengan nama Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti. Kemudian dengan Keputusan Mendikbud No.0332/O/1985 tanggal 27 Juli 1985 berubah menjadi Akademi Administrasi Udara Niaga Trisakti.
Selanjutnya berdasarkan Keputusan Mendikbud No.0860/O/1986 tanggal 6 Desember 1986, status dan nama lembaga ini ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti disingkat STMT Trisakti.


Pada saat itu STMT Trisakti mengelola 2 (dua) Jenjang Pendidikan, yaitu:
a. Jenjang Pendidikan D.III
b. Jenjang Pendidikan D.IV

Tahun 1986, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma IV untuk Program Studi Manajemen Transpor Darat (D.IV MTD), berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor : 0895 / O / 1986 tanggal 29 Desember 1986.

Tahun 1993, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III untuk Program Studi Manajemen Transpor Laut (D.III MTL), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 481/DIKTI/Kep/1993 tanggal 13 Agustus 1993, dengan Status TERDAFTAR.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 18/DIKTI/Kep/ 1998 tanggal 26 Januari 1998, Program Studi Diploma IV (D.IV) berubah menjadi Program Studi Strata 1 (S.I) Manajemen, dengan konsentrasi :
1. Manajemen Transpor Udara (MTU)
2. Manajemen Transpor Darat (MTD)
3. Manajemen Transpor Laut (MTL)
 Pada tahun 1998, STMT Trisakti memperoleh izin menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III Program Studi Manajemen Logistik dan Material (D.III MLM), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 194/DIKTI/Kep/1998 tanggal 15 Juni 1998, dengan Status TERDAFTAR.
Pada tahun 2005, STMT Trisakti memperoleh izin operasional untuk penyelenggaraan Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Transpor dan Logistik berdasarkan surat DIKTI No. 646/D/T/2005 tanggal 3 Maret 2005.
Saat ini STMT Trisakti menyelenggarakan :

Program Pendidikan Vokasi (D.III)
  1.  Program Studi Manajemen Transportasi Udara ( MTU) dan Konsentrasi Manajemen Bandar Udara (MBU) 
  2.   Program Studi Manajemen Transportasi Laut (MTL)
  3.  Program Studi Manajemen Logistik dan Material (MLM)
Jenjang Pendidikan Strata Satu (S.I), Program Studi Manajemen, dengan Konsentrasi
  1. Manajemen Transportasi Udara (MTU)
  2. Manajemen Transportasi Darat (MTD)
  3. Manajemen Transportasi Laut (MTL)
  4. Manajemen Logistik (MLog)
Jenjang Pendidikan Strata Dua (S.2), Program Pasca Sarjana Magister Manajemen
  1. Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi Udara
  2. Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi Darat
  3. Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi Laut
  4. Konsentrasi Magister Manajemen Logistik 


2. Struktur Organisasi


Ketua
DR. TJUK SUKARDIMAN

Wakil Ketua I Bidang Akademik
YULIANTINI , AMTrU, MM

Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan

H. MISKUL FIRDAUS, SE, MM, QIA

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
SUPARWAN CK, A.MTrU., MM

Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama & Pemasaran
JULIATER SIMARMATA SE, MM





3. Visi Misi

VISI

Pada Tahun 2031, Menjadi Perguruan Tinggi Bereputasi Global (Global Reputable Higher Education)

MISI

  1. Menyelenggarakan proses pembelajaran berdasarkan Standar Mutu Nasional dan Internasional.
  2. Menyelenggarakan penelitian lanjut (advance research) yang menghasilkan pengetahuan baru (new knowledge) dan produk-produk intelektual bernilai ekonomi (intellectual economic value products) sesuai kebutuhan bangsa dan dunia.
  3. Melaksanakan pelayanan pelatihan, konsultasi, dan memberikan masukan kepada pemerintah dan pelaku industri terhadap upaya untuk mengatasi persoalan transportasi dan logistik lingkup nasional dan internasional.  
 

Sabtu, 24 Januari 2015

Summary Seminar Kelas Mahasiswa



Siti Annisa Nuryati 223414036
D3MLM

Summary Seminar Kelas Mahasiswa dengan Bapak Nofrisel Datuk sebagai Pembicara.

Pada hari Kamis, 22 Januari 2014 diadakan Seminar Kelas Mahasiswa dengan tema “Meningkatkan Kualitas Mahasiswa STMT Trisakti di Bidang Manajemen Transportasi dan Logistik dalam Menghadapi AEC 2015”

Seperti yang kita ketahui semakin berkembangnya zaman dan teknologi semakin banyak pula persaingan-persaingan terutama dibidang logistic. Mengapa demikian? Karna, semakin majunya suatu Negara semakin maju pula sistem logistic dan teknologi yang digunakan oleh Negara tersebut.

Bapak Nofrisel Datuk sampaikan bahwa tanpa adanya teknologi kegiatan logistic tidak akan berjalan dengan baik. Sebagai buktinya beliau memutarkan video kegiatan logistic di Negara maju seperti Belanda dan Korea Selatan.

Pada pemutaran video pertama kegiatan logistic di Negara Belanda. Dalam video tersebut, kegiatan logistic di Negara Belanda menggunakan teknologi mesin yang hanya dikendalikan oleh remote control jarak jauh untuk dapat mengangkut kargo, memindahkan kargo, dan mengurutkan kargo sesuai dengan kode yg tertera pada moving container.
Take a look to this video:

Pada pemutaran video kedua yaitu kegiatan logistic di Negara Korea Selatan. Dalam video tersebut, terlihat kemajuan teknologi supermarket pertama yang disebut Homeplus dari perusahaan Inggris ternama yaitu Tesco. Anda hanya tinggal menggunakan gadget anda dan menscan kode QR atas produk yang akan anda beli melalui aplikasi yang tersedia. Setelah anda selesai menscan barang-barang yang akan anda beli, barang-barang tersebut akan secara otomatis dikirim ke rumah tanpa anda harus repot-repot membawa barang belanjaan.
Take a look to this video:

Dengan demikian apa yang dikatakan oleh Bapak Nofrisel Datuk sangatlah benar. Semakin maju Negara semakin maju pula teknologi yang digunakan dalam kegiatan logistiknya. Hal ini mengingatkan kita sebagai Mahasiswa STMT Trisakti jurusan Manajemen Logistik dan Material harus mampu untuk dapat mengembangkan kegiatan logistic di Indonesia. Bersaing dan meningkatkan skill serta ability di Era AEC 2015. Era persaingan global internasional dengan kebebasan keluar masuk pesaing se Asia dan juga kecanggihan teknologi yang sangat canggih.

“Behind every great leader there was an even greater logistican”
-Mr.Cox

Jumat, 23 Januari 2015

Summary Train Transportation



Siti Annisa Nuryati
223414036
D3 STMT TRISAKTI


Pada kegiatan logistic kita harus pandai dalam memilih moda apa yang cocok, sesuai dan efektif serta tarif pengiriman yang murah.
Nah dengan menggunakan kereta api sebagai moda transpotasi didalam kegiatan logistic merupakan pilihan yang sangat cerdas.
Pada dasarnya kereta api memiliki infrastruktur yang baik didalam kegiatan transpotasi.

Keuntungan
Dalam menggunakan kereta api sebagai moda pengiriman ternyata inilah keuntungan yang didapat
1.   Kereta api ini mengeluarkan biaya pengiriman paling murah dibandingkan dengan moda transportasi lain. Karna faktanya biaya pengiriman barang dengan jumlah besar dan jarak pengiriman yang jauh, biaya pengiriman barang menggunakan kereta api dapat menghemat biaya hampir 10% (bahkan dengan adanya forwarding). Tentunya 10% ini akan menjadi tambahan laba perusahaan.
2.   Kereta api juga dapat mengurangi polusi-polusi yang timbul, tidak ada kemacetan atau hal-hal yang berkaitan dengan infrastruktur yang buruk.
3.   Kereta api ini juga dapat meningkatkan kegiatan moda transportasi lain menjadi lebih efektif dan efisien. Karna adanya sistem forwarding dalam kegiatan logistic dengan menggunakan moda kereta api.

Kerugian
Namun menggunakan kereta api memiliki kerugian juga seperti
1.   Apabila pengiriman barang hanya pengiriman yang sedikit dan jarak pengirimanya pendek penggunakan moda ini sangatlah tidak efektif dan juga mahal.
2.   Kereta api tidaklah flexible. Karna kegiatan kereta api hanya sebatas dari stasiun ke stasiun. Sedangkan kegiatan logistic tidak hanya dalam stasiun. Itulah mengapa kereta api membutuhkan moda pembantu seperti truk atau kapal sesuai dengan tujuan pengiriman.



jadi logistik dengan menggunakan kereta api akan lebih efisien dan efektif bila penggunaannya sesuai:)